Moslem OpinioN

January 20, 2009

Al-Qossam Bunuh 80 Serdadu dan Lessakan 980 Roket

Filed under: RenungankoE

hamas nech...

Gaza-Infopalestina : Brigade Izzudin Al-Qossam, sayap militer gerakan Hamas menegaskan, pihaknya telah mampu memberikan pukulan keras terhadap musuh Zionis selama perang yang berlangsung 22 hari.

Juru bicara Al-Qossam, Abu Ubaidah dalam konferensi persnya hari ini (19/1) menyebutkan, dalam perang selama 22 hari tersebut, para mujahidnya telah menembak mati 49 serdadu Zionis dan melukai ratusan lainya. Itu belum termasuk korban mati akibat tembakan roket dan tembakan sniper. Dengan demikian diperkirakan jumlah serdadu Zionis yang tewas oleh pasukan Al-Qossam di medan pertempuran, tak kurang dari 80 orang. Jumlah ini belum termasuk korban mati akibat gempuran roket ke wilayah permukiman di sejumlah kota dan distrik Israel. Al-Qossam menantang milirter Israel mengumumkan kerugian sebenarnya yang terjadi di medan pertempuran.

Syuhada Al-Qossam

Dalam pada itu, Abu Ubaidah mengumumkan jumlah syuhada yang meninggal akibat gempuran roket Israel mencapai 1300 orang. Kebanyakan warga sipil yang terdiri dari anak-anak, wanita dan orang tua. Jumlah ini menunjukan bahwa perang ini tiada lain hanya pembunuhan warga sipil, sebagai realisasi dari Aqidah Talmud mereka.  

Ia mengatakan, perlawanan yang belum pernah terjadi dalam sejarah. Padahal Israel telah mempersiapkannya ini dalam dalam beberapa bulan sebelumnya. Abu Ubaidah menjelaskan, siapa yang membenarkan perang Israel dan menyebarkan kedustaan bahwa perang ini merupakan serangan balasan atas perlawanan, maka ia telah bersekutu dengan Zionis dan ikut bertanggung jawab dalam perang ini.

Hasil Jihad

Al-Qossam menegaskan, walaupun Israel telah memuntahkan semua roketnya dan membunuh semua yang bergerak di atas bumi ini serta menggunakan ratusan ton bom untuk membunuh bangsa Palestina, namun al-Qossam masih sanggup melancarkan taktik perangnya dalam 23 hari terakhir.

Al-Qossam telah melessakan 980 roket yang terdiri dari 240 roket qossam, 213 roket grad dan 422 roket ringan.

Dari jumlah tersebut, 47 tank Israel rontok dan 4 pesawat tempur mereka jatuh. Satu diantaranya pesawat pengintai tanpa awak.

Tawanan Perang

Juru bicara Al-Qossam ini kemudian menyebutkan, para mujahidnya telah melakukan dua operasi penculikan terhadap serdadu Israel. Pertama dilakukan di sebelah timur Tufah pada hari ketiga serangan dan berhasil menawan sejumlah serdadu Israel. Di sela operasi itu, masuklah pesawat tempur Israel dan menembaki pasukan perlawanan Al-Qossam hingga mujahid Al-qossam, Mahmud Raifi gugur syahid dan terbunuhnya satu serdadu Israel. Sementara yang lainya dapat meninggalkan tempat dengan selamat, walau beberapa orang terluka.

Adapun operasi kedua, dilakukan pada tanggal 5 Januari di sebelah Timur Jabalia. Para pejuang al-Qossam mampu menawan satu serdadu Israel dengan pengawalan ketat dan menahannya selama dua hari di salah satu gedung di medan pertempuran. Kemudian pasukan Zionis mengirimkan salah seorang warga sipil yang ditahannya sebagai tameng hidup untuk dijadikan barang tebusan dengan serdadu Zionis. Namun pasukan perlawanan menolaknya. Pasukan Zionis berang dan mengirimkan pesawat tempur F16 mereka untuk membombardir gedung itu. Dalam serangan ini, tiga pejuang perlawanan yang menawan serdadu tadi gugur syahid sementara serdadu Israel mati terbunuh. Ketiga pejuang tersebut masing-masing, Muhammad Farid Abdullah, Muhammad Abdullah Ubaid dan Iyad Hasan Ubaid.

Pasukan Roket Tidak Terpengaruh

Terkait dengan klaim Israel bahwa targetnya di Gaza telah tercapai, Abu Ubaidah mengatakan, target Zionis di Gaza tidak ada satupun yang tercapai kecuali pembantaian dan kejahatan perang mereka.

Kami di Al-Qossam menegaskan, pasukan roket kami dengan izin Allah tidak tersentuh. Kami melessakan roket-roket ini di saat perang tanpa henti dan kami masih mampu untuk melessakan roket-roket ini selanjutnya.  Kami tegaskan, roket kami terus berkembang dan meningkat kemampuanya. Musuh Zionis akan mendapatkan kerugian baru dan menjadi target serangan kami di masa yang akan datang. Kamipun melessakan roket ini dengan perencanaan di saat perang. Seperti kami katakan di awal. Israel telah memulai perang. Namun mereka tidak mampu menghentikanya. Kamilah yang menentukanya.

Sejak awal mereka mengatakan, perang akan berlangsung sebentar. Tetapi kemudian mereka menggelar tahap kedua dan ketiga. Kerugian kami akibat perang ini sedikit sekali. Kami sudah memperbaikinya sebelum perang berakhir. Demikian juga dengan klaim Zionis yang mengatakan, telah menawan pasukan perlawanan. Ini adalah pernyataan dusta. Tidak ada satupun anggota perlawanan yang tertawan oleh mereka. Walaupun mereka menawan itupun hanya warga sipil biasa.

Persenjataan Akan Berlanjut

Juru bicara Al-Qossamm, Abu Ubaidah menegaskan, tujuan perang Zionis tertuju pada penghentian penyelundupan senjata melalui perbatasan. Dan ia minta dukungan internasional untuk menghentikanya. Kami katakan, kalau benar, kapankah penyelundupan senjata melalui jalur resmi perlintasan. Apakah mereka mengizinkannya ? tentu tidak. Tetapi yang penting kami tahu bagaiman senjata itu dibuat dan darimana senjata itu masuk Gaza.

Yang perlu kami katakana di sini adalah, senjata perlawanan tidak masuk dengan jalan diselundupkan. Sejak awal kami menginginkan senjata itu masuk secara resmi. Namun semua Negara menolak perlawanan rakyat Palestina. Oleh karena menjadi hak kami untuk memasukanya dengan cara yang kami bisa. Tekanan untuk melarang masuknya senjata bukanlah perkara baru. Sejak dahulu mereka melarang masuknya senjata perlawanan.  Tidak ada satupun yang dapat menghalangi kami untuk melawan penjajahan. (asy)

http://www.infopalestina.com

 Di post oleh Heri

July 14, 2008

“Ayat Ayat Sukses”

Filed under: EntrepreneuR MosleM

Sekitar akhir 2007 Indonesia dihebohkan dengan Film sukses yang bernuansa Islam yang berjudul "Ayat-Ayat Cinta", awalnya sih saya tidak begitu interest dengan film tersebut, namun sekitar pertengahan Februari 2008 seorang teman memberikan film tersebut dalam bentuk file compress sehingga dengan ukuran kecil dengan mudah bisa sy tonton di komputer. itupun hasil dari persuasif temen2 yang selalu mengatakan film tersebut bagus. akhirnya saya coba untuk menontonya, itupun tidak semua! saya langsung kebagian file yang ketiga, dimana katanya disitu bagian dari klimaksnya. Persfektif saya sih mengenai film tersebut bagus, tapi tidak terlalu bagus jika sandarkan kepada nuansa Islam sesungguhnya…(pendapat pribadi lho..) akhirnya saya penasaran Klo ada Ayat Ayat Cinta, ada gak sih Ayat-Ayat Sukses..? ternyata setelah saya googling di internet inilah artikel terbaik yang saya temukan, hasil tulisan dari Fadil Basymeleh. met membaca …

Pelajaran dari Fotografi

Saya gemar fotografi landscape, sangking seringnya memfoto saya diberi rezeki berupa kesempatan untuk berjumpa dengan tornado yang cukup besar dan berhasil memfotonya dengan baik (walaupun takut dan tegang ndak karuan).

Dengan bangga saya pamerkan foto tornado saya tersebut ke teman2, ada beberapa yang dengan spontan menjawab “kau beruntung sekali”, dalam hati saya 100% setuju dengan pernyataan tersebut, saya benar-benar beruntung, tapi karena melihat situasi saat itu juga hadir teman2 yang ‘rada pemalas’ maka saya menjawabnya dengan sedikit menyindir, saya jawab “ya saya benar-benar beruntung karena saya rajin kepantai untuk mengambil foto, seandainya saya rajin berpangku tangan dirumah mana mungkin saya bisa beruntung memfoto tornado tsb dengan hasil yang baik”

Maksud pernyataan saya tersebut adalah mungkin saja Anda punya alat fotografi canggih, namun karena jarangnya Anda keluar mengambil foto maka :
- Kesempatan Anda untuk menemukan momen2 istimewa menjadi lebih kecil daripada jika Anda sering keluar mengambil foto.
- Karena jarangnya praktek, maka saat ada kejadian istimewa tsb mungkin Anda begitu tegang sehingga tidak ada satupun foto yang bagus baik dari sisi teknis dan kualitas gambar.
- Karena kurangnya motivasi dan ambisi maka bisa jadi Anda lari saat kejadian tersebut berlangsung, bukannya mengambil kamera, mengatur setting dengan baik dan mengambil foto dengan tenang.

Nah contoh pengalaman diatas sama dengan yang kita alami sebagai pengusaha, penuh dengan faktor usaha, ilmu, keterampilan, motivasi, ketegangan, ancaman, pengalaman dan faktor keberuntungan.

Usaha yang Bertemu dengan Peluang

Sekitar 13 tahun yang lalu seorang teman berbagi ilmu dengan saya, bahwa di suatu buku ‘barat’ ditulis bahwa keberuntungan adalah “USAHA yang bertemu dengan PELUANG”, artinya timing dan momen-nya pas, ketemu di suatu titik, artinya jika tidak usaha maka pasti peluang tsb tidak akan ditemukan, tapi jika memang nasib tidak bagus maka sehebat apapun usahanya maka peluang tersebut tidak akan ketemu.

Nah dari perjalanan hidup kita sebagai pengusaha muslim dapat kita simpulkan bahwa berhasil tidaknya dan seberapa cepat kita bisa ketemu dengan peluang (setelah kita berusaha dengan sungguh-sungguh) adalah murni peran Yang Maha Kuasa Allah Ta’ala, yaitu apakah kita dimudahkan untuk bertemu dengan peluang tersebut atau tidak. Sehingga akhirnya dapat dinyatakan kita beruntung.

Meskipun harus diakui bahwa usaha (ikhtiar) kita pun tidak luput dari kekuasaan Allah Ta’ala, karena kalau kita diciptakan sebagai manusia idiot tentu saya tidak dapat menulis artikel ini dan Anda tentu tidak akan membacanya, atau jari2 saya dibuat kaku dan mata Anda dibuat rabun….

Orang Pintar vs. Orang Curang

Lagi-lagi seorang teman menasehati saya dan beruntung saya punya teman yang senang memberi nasehat, bahwa dia pernah mendengar dari seorang pengusaha disuatu seminar bahwa “Orang bodoh dikalahkan oleh orang pintar, orang pintar dikalahkan oleh orang curang, orang curang dikalahkan oleh ….” setelah kutunggu-tunggu ternyata jawabannya adalah “… dikalahkan oleh orang yang beruntung”, karena ada saja jalan keluar untuk selamat dari kejahatan orang yang curang tsb.

Namun bagaimana caranya agar jadi orang beruntung ? pengusaha tersebut menjawab yaitu dengan berbuat baik kepada manusia maka nanti yang dilangit akan baik kepadamu.

Saya terus penasaran, karena jawaban tersebut rasanya pernah saya dengar dalam Al-Quran atau Hadist, sehingga segera saya membuka program Al-Quran di komputer, mencari kata ‘beruntung’ ternyata keluar banyak sekali ayat-ayat yang menerangkan cara agar kita beruntung, atau cari kata ‘rugi’, dst… (Silahkan Anda lakukan dan temukan “ayat2 sukses” tersebut).

Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaannya dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (QS. 2:16)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 3:130)

Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. 7:69)

Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 7:157)

Sesungguhnya tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa. (QS. 10:17)

Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. (QS. 12:23)

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (QS. 23:1)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. (QS. 23:117)

Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. 24:31)

Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)”. (QS. 28:82)

Dst….

Demikian juga dengan Hadist-hadist yang terkait dengan masalah ini ternyata banyak sekali :

“Orang yang pengasih akan di kasihi Dzat yang Maha Pengasih, kasihilah yang di bumi, maka yang di langit akan mengasihimu.” HR. Tirmidzi

“Allah ta’ala menolong seorang hamba selagi hamba tersebut menolong sesamanya.” HR. Muslim

“Barang siapa menolong saudaranya yang membutuhkan maka Allah ta’ala akan menolongnya.” HR. Muslim

“Barang siapa yang mempermudah kesulitan orang lain, maka Allah ta’ala akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat.” HR. Muslim

“Barang siapa yang tidak menaruh belas kasihan terhadap sesamanya, maka Allah ta’ala tidak akan mengasihinya.” HR. Muslim

“Barang siapa yang mampu memberikan kemanfaatan kepada saudaranya hendaklah ia lakukan.” HR. Muslim

“Bukankah kalian ditolong dan diberi rizki lantaran orang-orang lemah di antara kalian?” HR. Bukhari

“Barangsiapa yang suka rezkinya akan diluaskan dan diakhirkan ajalnya maka hendaklah menyambung tali persaudaraan.” HR. Al-Bukhari dan Muslim

“Carilah (keridhaan)ku melalui orang-orang lemah di antara kalian. Karena sesungguhnya kalian diberi rizki dan ditolong dengan sebab orang-orang lemah di antara kalian.” Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, dll.

Cerita Pengemis

Suatu hari saat saya masih bermukim di bandung sekitar tahun 1995, ketika itu mobil yang saya kemudikan sedang antri di trafic light dimana mobil saya berada diurutan ke lima dibelakang 4 mobil mewah, seorang pengemis bergerak dari satu mobil ke mobil yang lainnya menjulurkan tangannya, tidak satupun pengemudi mobil-mobil tersebut memberikan uang, saya tidak tega melihatnya dan segera menyiapkan uang untuk sang pengemis, tapi apa yang terjadi adalah setelah melewati mobil ke 4 dia malah kembali ke trafic light dan mengabaikan mobil saya (yang waktu itu masih daihatsu espass).

Saya merenung didalam hati, mungkin karena mobil saya espass, maka ia menganggap percuma saja menuju ketempat saya, sedangkan pengemudi 4 mobil mewah yang ada didepan saja tidak memberi apa-apa, apalagi pengemudi espass (padahal boleh jadi pengemudi 4 mobil mewah tersebut adalah supir, sedangkan pengemudi espass ini adalah pengusaha).

Lantas yang salah siapa disini jika dia tidak mendapatkan uang ? apakah Allah Ta’ala memang tidak mau memberi rezeki kepada dia atau usaha dia yang kurang ? tinggal satu mobil lagi belum dicoba tapi dia sudah berputus asa.

Kejadian tersebut menjadi pelajaran yang sangat berharga buat saya saat itu hingga sekarang ini, bahwa sebelum kita menyatakan ini sudah takdir Tuhan, maka alangkah baiknya jika kita benar-benar berusaha semaksimal mungkin yang terbaik yang bisa kita lakukan, jangan sampai ada kesempatan/peluang yang terlewatkan.

Kesimpulan

Sebagai pengusaha muslim kita dituntut ‘berusaha’ sungguh-sungguh, terus belajar dan cerdas, namun apakah mungkin rezeki bisa kita peroleh jika Allah Ta’ala murka (tidak ridho) terhadap kita ? sedangkan Ia adalah pemilik perbendaharaan alam semesta ini ? tentulah sangat naif jika kita bekerja banting tulang ingin memperoleh rezeki dibumi milikNya menggunakan tubuh yang diberikanNya namun dengan cara yang dimurkaiNya, selalu bermaksiat kepadaNya dan tidak perduli kepada hamba-hambaNya yang lemah, apakah mungkin ? ataukah sebaliknya, rezeki yang diperoleh justru melimpah tapi tidak berkah ? malah menjadi musibah ? istri selingkuh, anak durhaka, dll.

“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintahkanNya dan meninggalkan apa yang dilarangNya, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar serta rizki dari arah yg tidak disangka-sangka, yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dalam benaknya.” QS. Ath-Thalaq: 2-3 (Tafsir Ibnu Katsir)

“Sesungguhnya Allah berfirman, ‘wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yg ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak niscaya Aku penuhi tanganmu dgn kesibukan & tidak Aku penuhi kebutuhanmu”.
HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dll.

Fadil Basymeleh
PT Zahir Internasional

 

 

May 27, 2008

Banyak Amal tetapi banyak Dosa

Filed under: Tafakku FiddieN
Sebagian manusia telah menganggap remeh atas dosa-dosa mereka, mereka menganggap bahwa kebaikan-kebaikan mereka sudah terlalu banyak sehingga akan menenggelamkan dosa-dosa yang mereka lakukan. Padahal jika seseorang meremehkan dosa-dosa, maka sungguh ia telah terpedaya oleh syaitan
Sebagian manusia telah menganggap remeh atas dosa-dosa mereka, mereka menganggap bahwa kebaikan-kebaikan mereka sudah terlalu banyak, mereka menganggap bahwa amalan-amalan shalih mereka sudah begitu melimpah sehingga pahala yang mereka kumpulkanpun sudah begitu menggunung. Mereka menganggap bahwa shalat malamnya, puasa senin kamisnya, haji dan umrahnya, infaqnya dan seterusnya dari amalan-amalan shalih yang mereka kerjakan akan seperti lautan yang akan menenggelamkan dosa-dosa yang mereka lakukan. Jika seseorang menganggap remeh suatu dosa, ketahuilah bahwa sesungguhnya dia telah terpedaya oleh syaitan, walaupun mereka telah banyak beramal dengan amalan-amalan ketaatan.

Wahai saudaraku yang semoga Allah melimpahkan rahmat kepadamu…
Allah ta’ala memberikan permisalan tentang orang yang telah mengumpulkan banyak kebaikan akan tetapi nanti di akhirat, amalan kebaikan yang diandalkannya tidak dapat banyak bermanfaat, Allah berfirman


أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَنْ تَكُونَ لَهُ جَنَّةٌ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ لَهُ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَأَصَابَهُ الْكِبَرُ وَلَهُ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاءُ فَأَصَابَهَا إِعْصَارٌ فِيهِ نَارٌ فَاحْتَرَقَتْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآَيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

”Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah, Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya. (QS. Al-Baqarah:266)

Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma ketika menjelaskan ayat di atas, beliau mengilustrasikan dengan orang kaya yang beramal karena taat kepada Allah, kemudian Allah mengutus setan padanya, lalu orang itu melakukan banyak kemaksiatan sehingga amal-amalnya terhapus (Tafsir Ibnu Katsier)

Wahai saudaraku yang semoga Allah melimpahkan rahmat kepadamu…
Janganlah sekali-kali kita meremehkan dosa karena kita menganggap sudah mempunyai amal kebaikan yang banyak. Ketahuilah wahai saudaraku bahwa belum tentu amal kebaikan yang kita kerjakan dihitung sebagai amal shaleh di sisi Allah, apakah karena kita tidak ikhlas atau tidak sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam. Selain itu, amal kebaikan juga akan dapat terhapus dengan kemaksiatan-kemaksiatan.

Tsauban radhiaallahu’anhu meriwayatkan sebuah hadits yang dapat membuat orang-orang shalih susah tidur dan selalu mengkhawatirkan amal-amal mereka. Tsauban radhiaallahu’anhu berkata, Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda


لأعلمن أقواما من أمتي يأتون يوم القيامة بحسنات أمثال جبال تهامة بيضا فيجعلها الله هباء منثورا . قال ثوبان : يا رسول الله صفهم لنا جلهم لنا أن لا نكون منهم و نحن لا نعلم ، قال : أما إنهم إخوانكم و من جلدتكم و يأخذون من الليل كما تأخذون و لكنهم أقوام إذا خلو بمحارم الله انتهكوها

Aku benar-benar melihat diantara umatku pada hari Kiamat nanti, ada yang datang dengan membawa kebaikan sebesar gunung di Tihamah yang putih, lalu Allah menjadikannya seperti kapas berterbangan, Tsauban bertanya, Ya Rasulullah, jelaskan kepada kami siapa mereka itu agar kami tidak seperti mereka sementara kami tidak mengetahui!, Beliau bersabda, Mereka adalah saudara-saudara kalian dan sebangsa dengan kalian, mereka juga bangun malam seperti kalian, akan tetapi apabila mendapat kesempatan untuk berbuat dosa, mereka melakukannya (HR. Ibnu Majah, disahihkan oleh Syaikh Al-Bany dalam Silsilatul Ahaadits Shahihah No,505)

Saudaraku, masihkah kita merasa bangga dengan amal-amal kita kemudian berbuat dosa dan menganggap bahwa dosa kita akan tenggelam dalam lautan amalan shalih kita.

Maka wajib bagi kita untuk senantiasa bersabar, bersabar dan bersabar. Sabar dalam melaksanakan ketaatan dan sabar dalam menjauhi dosa-dosa.

Semoga Allah merahmati Imam Ahmad yang mengatakan bahwa sabar adalah terus menerus sampai seseorang menapakkan kakinya di Surga kelak.

Ketika seseorang bertanya kepada Abu Hurairah radhiallahu’anhu tentang makna takwa, Abu Hurairah kemudian bertanya kepada orang tersebut, Apakah engkau pernah melewati jalan yang berduri? Ia menjawab, Ya pernah. Abu Hurairah bertanya lagi, Apa yang engkau lakukan, Ia menjawab, Jika aku melihat duri maka aku menghindar darinya, atau melangkahinya, atau mundur darinya, Abu Hurairah berkata, Seperti itulah takwa

Maka bukanlah dikatakan takwa jika seseorang sengaja menerjang rambu-rambu syariat, mengerjakan apa-apa yang diharamkan oleh Allah atau meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya.

Kemudian kita juga harus takut karena kita tidak tau kapan ajal akan menjemput! Kalau kita amati disekitar kita, maka kita dapati bahwa jumlah manula lebih sedikit daripada orang muda dan anak-anak, hal ini menunjukkan bahwa kebanyakan manusia meninggal dalam usia muda, maka waspadalah!

Wahai saudaraku yang semoga Allah melimpahkan rahmat kepadamu…
Terakhir saudaraku, hendaknya kita senantiasa bertakwa dan tidak meremehkan dosa-dosa agar kita tidak seperti yang digambarkan dalam ayat dan hadits di atas, semoga Allah menjadikan kita nanti, termasuk yang diseru dalam firman-Nya


يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ * ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً * فَادْخُلِي فِي عِبَادِي * وَادْخُلِي جَنَّتِي
Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya, Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, Maka masuklah ke dalam Surga-Ku (Al-Fajr: 27-30)
 
Sumber : Perpustakaan-islam

Referensi
1. Tafsir Ibnu Katsier
2. Silsilatul Ahaadits Shahihah, Syaikh Al-Bany
3. Jami’ ulumul wal hikam, Ibnu Rajab

April 23, 2008

Enterpreneurship Rasulullah

Filed under: EntrepreneuR MosleM

                                   

Oleh KH. Abdullah Gymnastiar

 Global Logo'sSahabat-sahabat, ternyata dalam kajian tentang Rasulullah, ada saat yang kurang kita bahas. Kebanyakan kita bahas adalah mulai dari umur 17 tahun sampai 20 tahun. Kita tahu mengenai beliau ketika umur 25 tahun tetapi dengan imej yang negatif, yaitu seorang pemuda menikahi jandakaya raya. Padahal kalau dilihat dari maharnya mencapai 20 ekor unta muda yang jika dihargai sekarang kurang lebih setengah milyar rupiah, bayangkan saja…

Hal lainnya yang amat jarang kita bahas adalah bagaimana Muhammad menjadi professional. Umat Islam sekarang menjadi babak belur, karena kita tidak mengerti bagaimana menjadi professional. Mengurus masjid kecil, wc bahkan sandal saja repot sekali. Hal yang perlu kita kembangkan adalah jiwa entrepreneur.

Rasulullah sebagai bukti bahwa dengan memiliki jiwa entrepreneur maka orang akan mampu mengendalikan apa saja. Contohnya di Singapura yang merupakan negara pedagang walaupun mereka tidak mempunyai sumber daya. Taiwan, Jepang bahkan Korea hampir menguasai dunia.

Rasulullah dilahirkan dalam keadaan yatim. Dalam usia enam tahun ibunya meninggal dalam perjalanan kembali dari Yatrib setelah menengok kuburan ayahnya. Usia 6tahun beliau sudah yatim-piatu dan tidak punya pegangan. Sampai usia 8 tahun 2 bulan dibina dan didik kakeknya Abdul Muthalib yang cukup berada.

Di usia ini kakeknya wafat, setelah itu ia dalam perlindungan pamannya AbuThalib yang tidak sekaya kakeknya, mulai saat itulah pemuda kecil Muhammad menggembala kambing, mencari nafkah sendiri. Usia 12 tahun Rasul diajak pamannya dalam perjalanan dagang pertama kali ke Syria. Syria itu jaraknya ribuan kilometer.

Bayangkan umur 12 tahun tidak pakai pesawat atau mobil!!!. Anak-anak kita umur12 tahun sedang malas-malasnya. Masa kecil kita bukan masa teruji, bukan masa tertempa. Semua dimudahkan oleh orang tua kita. Disini saya akan membahas kenapa kita ini menjadi warga yang looser.

Saudara-saudara sekalian,

Sepulang dari perjalanan dagang pertamanya, beliau begitu sering bisnis

bahkan sampai ke seluruh JazirahArab sudah terkenal seorang professional muda bernama Muhammad. Di usia 25 tahun, beliau menikah dengan seorang konglomerawati bernama Khadijah. Setelah genap hampir sepuluh kali perjalanan dagang yang beliau tempuh, kalau setiap kali perjalanan dagang beliau mendapatkan untung dua ekor unta betina. Subhanallah…

Maka ketika meminang Siti Khadijah beliau memberi maskawin sebesar duapuluh ekor unta muda atau kurang lebih setengah milyar rupiah ! Mana ada pengusaha muda di Indonesia yang mau memberi mahar begitu besar kepada istrinya. Coba cari sekarang ada atau tidak di Indonesia seseorang yang sudah berani menikah dengan memberi mahar setengah milyar. Paling top orang kaya itu seperangkat alat sholat.

Jadi kita bisa membayangkan bagaimana dashyatnya Muhammad muda ini. Hal ini yang jarang kita pelajari, bagaimana etos kerja beliau padahal beliau tidak ada uang, tidak ada keahlian. Jadi saudara-saudara, jangan
merasa malu lahir dari orang tua yang miskin, Rasul bahkan tidak punya bapak.

Jangan merasa berpendidikan rendah, Nabi saja tidak sekolah. Jangan merasa tidakpunya modal, Nabi tidak punya modal sama sekali. Tidak ada alasan. Kita itu paling hobi memperbanyak alasan. Padahal alasan memperjelas kelemahan kita.

Jadi bangsa ini mau sesulit apapun, tidak ada pilihan bagi kita kecuali kita bangkit dengan semangat. Saya termasuk yang tidak mau pusing dengan keadaan sekarang kalau akhirnya akan melemahkan semangat. Situasi sesulit apapun, pilihannya cuma satu yaitu kita harus bangkit bersama-sama.

Mengeluh, mencela tidak akanmenyelesaikan masalah, kalau ada yang dapat terselesaikan dengan masalah, silakan saja mengeluh sepuasnya. Kalau ada yang bisa selesai dengan umpatan dan makian, silakan mengumpat. Kita tidak punya waktu, waktu kita terbatas. Satu-satunya pilihan adalah kita harus bangkit. Allah Maha Kaya, mau seperti apa saja keadaanya, rezeki Allah tidak akan berkurang. Ini rumusnya yang akan kita coba bahas.

Rekan-rekan sekalian, para orang tua, jangan merasa sudah tua. Tenang saja kita masih punya anak cucu. Para kaum muda ini kesempatan bahwa kita sudah disiapkan sukses oleh Allah. Sudah diilhamkan potensi sholeh/bejat. Kita sebelum dilahirkan ke dunia sudah pernah bertarung dengan 150 juta pesaing yaitu sel sperma dan yang jadi menemui sel telur adalah kita. We are the winner. Kita pernah memasuki persaingan dan kita menang. Kenapa kalau sudah hidup jadi kalah ??

Jadi tekad harus kita canangkan dari sekarang. Kalau kita lihat sejarah,

baru tahun 1984 ilmu wirausaha ini mulai dikembangkan, padahal Nabi Muhammad SAW sudah 1500 tahun yang lalu mencanangkan bahwa kita itu bisa kokoh dan kuat justru dengan kewirausahaan yang ada. Kuncinya ternyata semua wirausahawan sejati tergantung dari masa kecilnya.

Masa kecil seseorang itulah yang menentukan kualifikasi enterpreneurship orang tersebut. Kalau masa kecilnya selalu dimanja, selalu ditolong maka bersiaplah menuai anak yang tidak berdaya. Para pengusaha kita sedikit yang masa kecilnya susah.

Saudara-saudaraku, bagi yang masih muda, jangan bercita-cita punya pekerjaan setelah lulus. Mulai sekarang kalau saya lulus, saya ingin membuat pekerjaan, tidak perlu melamar kemanapun. Langsung jadi Direktur Utama merangkap staf dan pegawai inti. Bangsa ini tidak akan selesai hari ini. Mulailah tanamkan jiwa enterpreneurship pada anak-anak kita. Ingatlah pada waktu kita kecil, waktu belajar jalan, bediri sedikit sudah jatuh. Bangkit lagi, benjol berdarah dan apakah kita putus asa ? apakah kita mengeluh ?.

Potensi untuk berani bertindak sudah ada hanya orang tua yang dapat melemahkan semangat kita. Dilarang naik kursi takut jatuh, dilarang main pisau nanti berdarah. Dia tidak pernah punya pengalaman untuk mengambil pilihan. Dia tidak pernah punya pengalaman untuk mengetahui resiko dari tindakannya.

 Menyelesaikan bangsa kita sekarang bukan saja oleh kita sekarang, dengan mempersiapkan keturunan kita juga merupakan tanggung jawab kita kepada umat ke depan. Tidak pernah ada kata terlambat. Didik anak-anak kita dari kecil buat jadi mandiri, bebas, berani bertanggung jawab supaya dia percaya diri.

 Kalau dia jatuh biarkan saja. Ini adalah membangun bangsa ini. Ini adalah membangun masa depan umat, yaitu bagaimana para orang tua membangun anak-anaknya. Kalau mereka mau jajan harus ada pertaruhannya, setiap rupiah harus ada perjuangannya.

 Latih anak-anak kita untuk selalu bertanggung jawab terhadap apa yang dia lakukan. Orang tua yang memanjakan anaknya sengsaranya juga akan kembali ke orang tua. Latihlah entrepreneurship dari uang jajan bulanan yang bertanggungjawab pemakaiannya. Semoga Allah mengampuni segala kesalahan kita. Saya semenjak SD sampai SMA sudah berjualan, lulus kuliah tidak pernah mengambil ijazah sampai sekarang.

 Alhamdulillah, rezeki Allah tidak kemana-mana. Allahuakbar, Allah Maha Besar sampai sekarang mampu membangun Daarut Tauhiid sampai sebegini besar. Tapi ini benar-benar membuat keyakinan jika jiwa entrepreneurship tertanam pada diri-diri kita, kita tidak pernah takut menghadapi situasi apapun. Kalau saja ini dikelola oleh orang-orang yang berjiwa wirausaha yang baik pasti akan sukses.

 

Bagaimana mungkin dengan alam yang begitu kaya kita bisa miskin, cuma kita saja yang bodoh sampai tertipu tetangga karena kita tidak mengerti cara mengelolanya. Saudara-saudaraku sekalian, hikmahnya yang pertama adalah hati-hati dengan masa kecil, masa muda. Para mahasiswa sebaiknya sambil kuliah sambil cari nafkah. Pengalaman sudah harus dirintis, nantinya waktu kuliahnya sama hasilnya akan berbeda dengan orang lain.

 

Kedua, Nabi Muhammad SAW sebelum diangkat sebagi nabi tidak punya apa-apa, mengapa setelah itu dapat menjadi orang kaya tanpa modal. Karena modal yang beliau punyai adalah Al-Amin yaitu orang yang kredibel. Mulai sekarang kita harus buat track record menjadi orang yang terpercaya dalam kehidupan kita. Modal kita itu adalah nama baik kita.

Demi Allah, uang itu kecil.

Nama baiklah yang mahal. Mulai sekarang jangan pernah terpikir untuk licik. Mulut kita satu-satunya initidak boleh lagi berdusta. Mulut ini yang membuat kita kehilangan hidup, uang,dan kehormatan kita. Jangan main-main soal bohong ini. Biar kita diremehkan, disisihkan dan dikeluarkan karena kita jujur.

Daripada kita sebaliknya karena kita tidak pernah menikmati hidup selama kita berbohong. Cari rezeki tidak perlu bohong, Allah SWT sudah tahu kebutuhan kita daripadakita sendiri. Tiap kita itu sudah ditentukan

rezekinya, tidak mungkin Allah menciptakan kita tanpa rezeki.

Rezeki dapat dibagi menjadi tiga, yaitu rezeki yang pertama adalah rezeki yang dijamin pasti ada, yaitu makan. Pada saat kita bayi kita tidak bisa mencari makan, apakah kita takut. Hal ini karena kita yakin sudah dijamin. Satu kesulitan mendatangkan dua kemudahan pada saat kita hendak terlahirkan.

Ari-ari dipotong setelah itu mendapatkan makanan dari dua air susu ibu. Jadi setelah kita sebesar ini, apakah masih takut tidak makan. Yang harus kita takuti adalah makan makanan yang kita tidak tahu halal/haramnya. Demi Allah, kita akan ada rezekinya.

Rezeki yang kedua adalah rezeki yang digantungkan. Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu merubah nasibnya sendiri. Semua sudah ada ukurannya sendiri.

Justru akan gawat kalau rezeki kita sama semua. Kalau kita mencarinya di jalan Allah. Rezeki dapat, pahala dapat, barokah namanya. Kalau mau licik boleh-boleh saja. Rezeki dapat, dosa dapat, haram namanya.

Pencuri, koruptor itu maling hartanya sendiri. Kalau dia sholeh pasti ketemu rezekinya itu. Tidak perlu pakai licik. Tidak mungkin Allah menyediakan rezeki kalau harus pakai licik. Jujurlah pasti akan ketemu rezeki tersebut, mau kemana lagi. Ingatlah teori bayi, ketika menangis dengan suara pelan sang ibu hanya menenangkan dan tidak memberi makan. Kemudian si bayi menangis dengan berteriak tentu akan menarik perhatian dan ibu akan memberi makan kepadanya.

Saudara-saudara,

Saya khawatir kita apes seperti ini bukan tidak ada jatah kita, tapi kita

tidak mengambilnya hanya sedikit. Jangan-jangan jatah saudara seratus juta perbulan tapi mengambilnya hanya lima ratus ribu. Jika sudah bekerja keras itu masih belum cukup. Bekerja keras itu urusan fisik, bekerja cerdas itu urusan otak dan bekerja ikhlas itu urusan hati. Kalau ketiganya jalan baru ketemu.

Tanpa bermaksud meremehkan saudara kita tukang becak itu tidak kurang kerja kerasnya. Karena kalau tidak didorong tidak akan maju, tapi hasilnya hanya sepuluh ribu perhari. Tidak cukup mengandalkan otot saja, hati dan otak harus diperhatikan. Maka saudara-saudara jangan sampai berpikir licik untuk mendapatkan rezeki, rezeki itu tidak akan kemana-mana.

Rezeki yang ketiga adalah rezeki yang dijanjikan. Kita harus jatahkan setiap mendapatkannya harus langsung dikeluarkan sedekah/zakatnya. Demi Allah, Allah sudah berjanji barangsiapa yang ahli syukur nikmat yang ada Allah akan tambahkan. Tidak akan berkurang harta dengan sedekah, kecuali bertambah dan bertambah. Inilah rumusnya kalau tidak mau uang kita sia-sia.

Walhamdulillahi Robbil’alamin.

Dari Milis EU2002 dikirim oleh Bapak Suherman

March 24, 2008

Mendaftarkan Blog ke Google

Filed under: Tutorial

Sebenarnya cara yang relatif mudah untuk menarik pengunjung ke blog kita. ialah banyak-banyaklah berkunjung ke blog lain, isi shoutboxnya dan kalau perlu berkomentar, semakin akrab semakin baik. karena dengan cara demikian sebenarnya kita telah beriklan  tentang keberadaan blog kita sendiri . 

Namun jika blog kita ingin menarik pengunjung dari hasil pencarian - dan ingin terindex  ke dalam  mesin pencari (Search Engine) seperti google dan yahoo.  yang  harus kita lakukan adalah mendaftarkan  blog kita ke dalam mesin pencari tersebut.

Caranya : 
Untuk google. ( dgn istilah " mensubmit " Sistem Sitemap )

1. buka google webmaster tools kemudian daftar mengunakan gmail account yang kita miliki.

2. Setelah login, maka akan terbuka jendela untuk mendaftarkan alamat blog . isi alamat blog - tampa di awali dengan http:// atau www. cukup seperti jaloee.blogspot.com  - pada kotak Add Site, lalu klik tombol OK.

 

mendaftarkan blog di google

3. Selanjutnya Klik pada tulisan link Verify Your Site.

 

mendaftarkan blog di google

4. Pada ComboBox pilih Add a Meta Tag.

 

mendaftarkan blog di google

 

5. Kemudian pilih semua tulisan  <meta name="verify-v1"…dst. klik kanan mouse copy.

 

mendaftarkan blog di google

6. Selanjutnya buka blog kita. pada halaman Template -> buka tab Edit Html.  masukan dan simpan meta name verifikasi yang tadi kita copy setelah tag :  <title><data:blog.pageTitle/></title>.

 

mendaftarkan blog di google

dan bisa juga tambahkan di bawahnya code  ini.

<meta name="robots" content="INDEX, FOLLOW"/>

 

mendaftarkan blog di google

setelah beres klik tombol Simpan Template. 

7. Kembali ke halaman google webmaster tool. kemudian klik tombol Verify, untuk mengkorfirmasi pendaftaran. jika proses berhasil akan menampilkan layar you have sucessfully verified.

 

mendaftarkan blog di google

mendaftarkan blog di google

Sampai saat ini kita telah berhasil mensubmit sitemap blog kita untuk di craw oleh google. untuk selanjutnya masih dalam  google webmaster tool klik link tulisan Dashboard setelah terbuka halaman Dashboard, klik tulisan Add di samping kanan ( atau di bawah kolom Sitemap )

 

mendaftarkan blog di google

Setelah terbuka halaman Add Sitemap.dalam kotak Combobox pilih  Add general web sitemap.

 

mendaftarkan blog di google

kemudian isi kotak kosong di samping kanan alamat blog  dengan dua pilihan apakan type  rss.xml atau atom.xml

 

mendaftarkan blog di google

atau

mendaftarkan blog di google

Setelah itu klik tombol Add General Web Sitemap

Bonus.

Untuk bonus buka http://www.google.com/addurl/ kemudian masukan alamat blog kita.pada kolom comment isi dengan meta tag atau komentar blog kita misalkan New blogger, Jakarta, dll.

Atau buka juga blogsearch.google.com. pada kotak input isi dengan alamat blog kita. kemudian tekan tombol Sumbit Blog.

Yeaaah..

Sekarang blog kita sudah terdaftar dan di index ke dalam search engine google. kita bisa mencek 2 atau 4 hari   detail statistik blog kita. begitu juga untuk melihat hasilnya di search engine google. untuk menceknya masukan saja alamat blog kita ke dalam kotak pencarian atau kata kunci yang berhubungan dengan blog kita.

Sumber :http://catalog-tutorial.blogspot.com

March 6, 2007

“LiteratuR TerbaiK”

Filed under: Tafakku FiddieN

Secara material banyak yang melihat bahwa orang yang diberikan kekayaan  sudah tentu hidupnya enak dan mendapat kebaikan, karena memang yang tampak di permukaan memang seperti itu, mereka diberikan kelebihan materi oleh Allah SWT  dengan manifestasinya kehidupan yang layak dan mapan. Namun secara batiniah, atau jika kita melihat dengan mata hati kita tidak sedikit juga mereka yang diberi kelebihan oleh Allah dengan materi  yang cukup, hidupnya tidak  tenang dn tentram, jika kita mau jujur melihatnya. Oleh karenanya mengapa Rasulullah menganjurkan dalam hal dunia kita sarankan melihat kebawah dan dalam hal urusan akhirat kita dianjurkan melihat keatas, karena mungkin salah satu alasannya adalah kehidupan dunia itu sebernanya fana dan akhiratlah tempat yang kekal nan abadi. Dizaman era informasi dan teknologi yang begitu cepat perkembangannya, kehidupan dunia yang fana itu mulai tersibak, dan salah satu ilmuwan muslim yang getol mendalami hal ini adalah Harun Yahya, dalam kajian ilmiahnya, beliau mengatakan bahwa kehidupan dunia itu sama persis dengan apa yang kita alami didalam dunia mimpi kita, untuk lebih jelasnya mungkin kita bisa liat pemaparan beliau didalam CD nya Kehidupan di Dalam Mimpi.  

Saya ingin membahas sedikit kata yang saya buat italic diatas, yakni kebaikan. Kebaikan ternyata tidak sembarang orang yang bisa mendapatkannya  sebagaimana sabda Rasulullah:

Mayyuridillihi hubihi khoiron yufakkihu fiddien.

“Barang siapa yang diridhoi oleh Allah kebaikan atasnya, maka Allah akan memfakihkan (memberi pemahaman) kepada agamanya.”

Ternyata kebaikan itu parameternya adalah kefakihan terhadap agama. Jadi kalau ada orang yang diberikan harta, pangkat, jabatan, kedudukan, anak (materi) dan seterusnya, belum tentu orang tersebut diberi kebaikan oleh Allah, tapi kalau orang diberikan kefakihan terhadap agamanya, maka sudah dapat dipastikan orang tersebut diberikan kebaikan oleh Allah SWT.  Lalu bagaimana jika ada orang fakih didalam beragama tapi juga diberikan kelebihan materi oleh Allah SWT , inilah yang dinamakan fitnah (ujian iman) jika materi tersebut disyukuri, dalam artian dimanfaat untuk dijalan Allah, maka akan dapat meningkatkan keimanan, namun jika materi tersebut dikufuri maka dia dapat merusak iman.  Kemudian mengapa Rasul menyebutkan parameter kebaikan itu adalah kefakihan dalam beragama? Karena dengan fahamnya seseorang didalam beragama maka dia dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan, antara halal dan haram , antara mubah dan subhat, oleh karenanya mengapa rasul mengatakan :

Tholabul ‘ilmi faridhatun ala kullimuslim

“Menuntut ilmu itu hukum nya wajib bagi setiap muslim”

tiada lain karena ketika kita menuntut ilmu maka kita dapat faham tentang sesuatu, dan kita punya parameter untuk mengukur sesuatu benar atau salahnya. Berbicara mununtut ilmu sangat erat kaitannya dengan membaca. Inilah mungkin salah satu alasan, mengapa ayat yang pertama kali diturunkan oleh Allah adalah iqro atau perintah membaca. Karena membaca itu adalah esensi dari ilmu.

Dalam hal membaca, secara umum para pembaca itu di bagi dalam tiga tingkatan.

 Pertama, Pembaca konsumtif

Yaitu pembaca yang mengkonsumsi semua bahan yang ia baca tanpa ada pertimbangan dan alat ukur yang ia gunakan, mereka yang dalam kategori ini biasanya jarang membaca, sehingga sedikit sekali konsep yang dimiliki. Alhasil semua yang mereka baca dengan begitu saja mereka terima, karena tidak memiliki parameter untuk mengukur benar atau salahnya bacaan.

Kedua,  Pembaca komparatif

Pembaca jenis ini adalah pembaca yang sudah mulai membandingkan antara literature satu dengan literature yang lain, artinya khasanah bacaan yang mereka miliki sudah banyak. Info yang mereka dapatkan, tidak begitu saja di telan mentah-mentah, tapi selalu dibandingkan dengan info dari literature yang lain, mereka yang dalam kategori ini biasanya suka mengomentari sebuah data dengan cara membandingkan dengan data yang lain.

Ketiga, Pembaca Korektif

Inilah tingkatan membaca paling tinggi, mereka yang dalam kategori ini adalah bukan saja menkonsumsi sebuah data tapi bisanya juga memproduksi sebuah data (penulis), ciri yang paling menonjol ketika mereka membaca adalah nalar koreksinya yang begitu tinggi, sehingga apabila ada bahan bacaan yang salah, mereka langsung memperbaiki dan berani mengomentari karena konsep yang mereka miliki, dengan kata lain mereka telah memiliki konsep diri, punya alat ukur yang jelas untuk mengkonsumsi bahan bacaan, sehingga mampu dengan baik membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang mubah dan mana yang subhat dan seterusnya.

 

Lalu pertanyaannya sekarang adalah bahan bacaan/ literature apa yang terbaik untuk kita konsumsi agar kita bisa menjadi Pembaca korektif yang positif? Pembaca korektif yang mampu menunjukkan jalan menuju ridhoNya? Pembaca Korektif yang mampu memperbaiki kesalahan tanpa menyinggung perasaan orang lain? Tiada lain literature itu adalah Al-Qur’an dan Assunnah (Hadits) sebab literature itu pemegang lisensinya adalah Zat yang menciptakan kita yakni Allah Robbul Izzati, lalu apakah gerangan yang membuat kita malas untuk mempelajari,memahami dan mengamalkannya? Tidak cukupkan bagi kita bila Rosul mengatakan:

Khoirukum man ta’alamal qur’an wa allamahu

”Yang terbaik diantara kamu adalah orang yang mempelajari Al-qur’an dan mengajarkannya”

juga Rosul mengatakan :

‘Aku tinggalkan kepada kamu semua dua perkara, di mana kamu tidak akan sesat selama-lamanya selagimana kamu berpegang teguh kepada kedua-duanya. (Dua perkara tersebut ialah) Kitab Allah (al-Qur’an) dan Sunnahku.’

Tidak sedihkah kita bila Rosul berkata lewat firmanNya:

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan". (Al-furqon :30)

Lalu apalagi alas an bagi kita untuk tidak mempelajari Al-Qur’an dan Sunnah? Bukankah ia sebaik-baik literature yang dapat kita jadikan tolak ukur untuk menentukan mana yang salah dan mana yang benar? Bukankah dulu para sahabat dapat menguasai dunia karena berpegang teguh terhadap Al-qur’an dan sunnah? Jadi tiada lagi pilihan buat kita untuk tidak kembali dan mempelajari keduanya, karena dengan kembali pada Al-quran dan Assunah, kita telah memegang lisensi keselamatan dunia dan akhirat.

Mudah-mudahan hati kita semua diketuk oleh Allah SWT untuk kembali bersemangat mempelajari, memahami serta mengamalkan al-qur’an dan sunnah. Amien…

by Ndar…:)

 

 

 

 

 

March 3, 2007

MencukuR dengan “HatI”

Filed under: RenungankoE

salah satu keindahan seseorang adalah terletak pada rambutnya, bahkan ada orang yang mengatakan bahwa rambut adalah mahkota seseorang. jika kita menginginkan mahkota kita indah dan elok di pandang tentulah kita harus rajin merawatnya, karena rambutkan bagian dari tubuh kita juga, dan tubuh kita kelak akan di mintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT :) . saya punya pengalaman untuk urusan yang "satu" ini, awalnya saya punya langganan cukur/pangkas rambut di perempatan Jl. Juanda dan Jl. Antasari tepatnya di depan parkiran ojek Juanda, disitulah setiap bulan saya merapikan rambut, selama berlangganan di tempat itu tak ada hal yang menarik buat saya, semua berjalan normal, setelah selesai mencukur rambut, saya membayar ongkosnya (taripnya Rp. 10.000,- sekali potong) kemudian saya pulang dan rambut saya kembali rapi kembali, begitulah terulang setiap bulannya. Akhirnya sekitar sebulan yang lalu, teman dekat saya memberitahukan kepada  saya, katanya ada tukang cukur rambut termurah di Samarinda dan professional cara pangkasnya, mendengar info seperti itu saya meresponnya dengan antusias (ma’lum karakter orang Indonesia yang ga bisa denger kata “murah” apalagi gratis, he..he..)  dan langsung aja saya tanyakan di mana alamatnya, ternyata tidak jauh dari tempat langganan cukur lama saya, yakni di Jl. Air Putih dan tempat nya di dalam gang, akhirnya saya berniat untuk bulan depan saya akan coba cukur disana walaupun di dalam gang yang pentingkan murah he.he…. Akhirnya saat tiba masa untuk merapikan rambut saya mencoba untuk mendatangi tempat itu, pemandangan awal yang saya dapati adalah antrian yang puuuannnnjannng… padahal saat itu masih pagi sekitar jam 7.30-8.00 tapi tempat itu sudah penuh dan ramai orang antri disana dengan duduk santai sambil ngobrol, melihat kondisi itu saya hampir mengurungkan niat untuk merapikan rambut di tempat itu, tapi karena sudah terlanjur datang dan malas untuk mencari tempat lain lagi maka saya putuskan untuk ngantri di tempat itu, selama ngantri disana saya berfikir apa yang membuat orang rela antri disana akhirnya saya dapati alasan sementara yakni karena ‘murahnya” mungkin, tapi kembali saya jadi bingung kalau Cuma murah ngapain orang rela berlama-lama disana untuk antri, padahal menunggu kan hal yang paling membosankan, bahkan bagi mereka yang sibuk selisih 5 sampai 7 ribu kan ga masalah untuk mencari tempat lain dari pada harus mengantri dan membuang waktu disana berjam-jam, ditambah lagi tempat cukurnya yang biasa aja tidak terlalu eksklusif, tetapi memang cukup sejuk sih karena memanfaatkan udara alami yang di dapat dari dinding kawat jarang yang di pasang di tempat itu, hal itulah yang membuat saya penasaran apa alasan orang untuk mengantri disana… akhirnya tak terasa giliran saya pun tiba, saya sudah berniat untuk mengetahui bahkan jika bisa saya akan memanfaatkan giliran saya itu untuk ‘mengintrogasi’ tukang cukur itu.

Dengan mengucap Bissmillahirrahman nirrahim rambut saya mulai dipangkasnya dimulai bagian samping sebelah kiri, ketika rambut saya mulai di rapikan saya coba mengamati keadaan di sekeliling, di bagian depan tepatnya di sebelah kiri cermin saya melihat ada serfikat design rambut yang di berikan kepada Jailani sebagai penghargaan yang diberikan atas partisipasiny sebgai perserta seminar Design Rambut yang di adakan oleh Rudy Hadisuwarno. Disebelah kanan cermin, saya melihat ada fhoto  beliau dengan Rudy Hadisuwarno sambil memegang sertifikat. Dengan data tersebut saya dapat mengetahui bahwa nama beliau adalah Jailani , kemudian saya coba beranikan diri untuk bertanya kepada Bapak tersebut; Bapak sudah lama ya buka disini? Oh..baru mas, dulu saya sebelumnya buka di Jl. Kesejahtraan, begitulah saya mengawali pertanyaan  untuk mengorek informasi dari sang tukang cukur itu, akhirnya dari awal hingga selesai potong rambut beliau banyak bercerita tentang pengalaman beliau.

Salah satunya adalah selama bekerja menjadi tukang cukur itu tidak penah menetapkan tariff kalau pun ada hanyalah standar harga yakni Rp. 3000,- sekali potong, Itupun tidak baku katanya, kalau ada orang yang datang ingin potong rambut kemudian tidak bawa uang maka tetap dilayani, perinsip yang digunakan adalah “membantu”  dan mengharap keikhlasan dari Allah SWT, dan kejadian itu menimpa saya dengan kasus yang berbeda ketika habis selesai cukur saya ga punya uang kecil, yang ada hanyalah puluhan, ada uang ribuan tapi hanya dua ribu dan beliaunya tidak punya uang kecil akhirnya beliau mengatakan; sudah berikan saja yang dua ribu itu, ga pa2 ko’, saya ikhlas’ padahal saat itu saya ingin menukarkan duit saya diwarung sebelah, tapi beliau melarangnya. apabila anda memangkas rambut disana maka akan banyak mendengar kalimat dzikir dan sholawat yang keluar dari mulut beliau dalam setiap aktifitas yang dilakukannya, sehingga bagi saya, ada nuansa kesejukan dibalik dzikir-dzikir beliau, inilah yang saya sebut mencukur dengan Hati” tukang cukur itu tidak pernah berharap lebih dari Allah, yang beliau harapkan adalah keikhlasan dengan harapan buah keikhlasan tersebut akan mendapat rezeki yang penuh barokah dari Allah SWT. Sehingga tidak pernah ia memperhatikan berapa banyak rezeki yang ia peroleh setiap harinya, tapi yang diperhatikannya adalah seberapa besar ridho Allah terhadap aktivitasnya setiap hari. Dengan demikian ia meyakini bahwa ridho Allah berbanding lurus dengan rezeki yang ia terima. Semakin besar ridho Allah maka semakin besar pula rezeki yang ia terima, tentunya dengan pandangan yang proporsional. Anehnya sekarang, banyak orang salah persepsi dengan rezeki yang di berikan oleh Allah SWT, asumsi kebanyakan orang adalah yang namanya rezeki itu adalah materi ntah berupa uang, harta, anak dan seterusnya, menurut saya perspektif  seperti ini terlalu sempit untuk mendefenisikan rezeki, karena rezeki dari Allah itu maha luas, rezeki Allah itu dapat berupa, Ilmu, ketenangan, kedamaian dsb yang sifatya non material. Saya ambil contoh, Bill Gates adalah seorang milyoner yang disinyalir orang terkaya didunia, dengan omzet microsoft nya milyaran dollar perbulan, setitik hikmah apa yang diberikan oleh Allah kepada Bill Gates ini? Ialah setitik rezeki ilmu yang diberikan oleh Allah berupa pemahaman terhadap softwere waktu itu, dimana Bill Gates adalah orang pertama yang memperkenalkan produk peranti lunak computer , yang bernilai ratusan dollar sekarang. Inilah yang saya maksudkan jangan pernah melihat rezeki Allah itu selalu dari sudut pandang materi, karena rezeki Allah itu sangat luas maknanya. Nah salah satu rezeki yang di harapkanseorang tukang cukur itu mungkin adalah ketengan atau bahasa Agamanya adalah Sakinah sebagaimana firman Allah :

Dia-lah (Allah) yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (Al-Fath :4)

Ketenangan/sakinah itu sangat sulit didapat, kita dapat bayangkan walaupun harta kita berlimpah tetapi hati kita tidak tenang?? Bisa kah kita menikmati harta kita ketika hati kita tidak tenang? Oleh karenanya saya berani mengatakan bahwa ketenangan itu adalah bagian dari rezeki dari Allah.

Oleh karenanya mari kita belajar memetik hikamh dari setiap kejadian yang diberikan oleh Allah setiap saat kepada kita , semoga kita di golongkan oleh Allah sebagai kaum yang berfikir atau golongan Yatafakkarun sehingga kita pandai berzikir kepada Allah dalam kondisi apapun.

 

February 24, 2007

EsensI BisniS BagI MosleM

Filed under: EntrepreneuR MosleM

Mungkin banyak diantara kita yang takut menjadi kaya. Dengan alasan tidak mau serakah, takut berbuat maksiat kalau kaya, atau merasa cukup. Biasanya mereka merasa sudah “cukup” dengan gaji Rp 5 Juta atau Rp 10 Juta perbulan. Sungguh secara vertikal (hubungan dengan Allah) orang seperti ini dapat kita katakan sebagai hamba yang bersyukur, karena sudah merasa “cukup” dengan yang Allah berikan.

Uang Rp 5 atau 10 Juta mungkin cukup untuk makan kita dan keluarga, pendidikan anak, cicilan rumah, mobil, zakat/infaq dan sedikit tabungan. Ya, cukup memang jika kita hanya memikirkan diri dan keluarga kita saja.

Secara horizontal (hubungan dengan sesama manusia) salahkah jika kita katakan orang yang merasa “cukup” tadi adalah orang yang EGOIS. Kenapa? Karena memang kita hanya memikirkan kepentingan diri dan keluarga kita saja. Sehingga kalaupun bisa berinfaq, ala kadarnya saja. Seandainya kita mau memikirkan kepentingan keluarga lainnya, baik keluarga sedarah maupun keluarga seiman yang dhuafa dan membutuhkan bantuan finansial, maka kita tidak akan pernah merasa cukup meskipun penghasilan kita Rp 1 Milyar perbulan !

Bukan kita tidak bersyukur, bukan kita serakah. Tetapi justru karena terlalu banyak umat Islam yang harus dibantu secara finansial. Maka sebanyak-banyaknya uang harus kita hasilkan dan sebanyak-banyaknya orang harus menikmati manfaat dari yang kita hasilkan.

Jika motivasi berbisnis kita karena ingin menghajikan orang tua, memelihara banyak anak yatim, membangun pesantren dan masjid, menjadi pembayar zakat terbesar, insya Allah, hal tersebut akan menjadi energi positif yang luar biasa bagi kita untuk kaya. Kalau kita bekerja sekedar untuk diri dan keluarga saja, Allah berikan rezeki yang melimpah, apalagi kalau kita berbisnis untuk memperkaya orang lain.

Lalu mengapa kita tidak mau menjadi kaya? Apapun alasannya ketika anda tidak mencoba memulai bisnis atau mungkin berhenti mencoba, sesungguhnya anda memang tidak ingin menjadi orang kaya.

MENGAPA SEORANG MUSLIM HARUS BERBISNIS

1. Karena sunnah Rasul dan para sahabat
2. Karena 9 dari 10 pintu rezeki adalah bisnis
3. Karena 4 dari 5 Rukun Islam butuh modal dana
4. Karena bisnis dapat membebaskan kita dari belenggu uang dan waktu
5. Karena umat Islam lemah secara ekonomi
6. Karena jaminan surga untuk pengusaha muslim yang jujur

ENTREPRENEUR vs PENGUSAHA

Apakah setiap pengusaha sudah pasti seorang entrepreneur?
Apakah seorang pegawai atau professional sudah pasti bukan entrepreneur?
Jawabannya tidak. Belum tentu.

Jika anda seorang pengusaha, tetapi tidak mandiri selalu bergantung pada bank, bergantung pada KKN, tidak kreatif dan inovatif serta tidak memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada orang lain atas rezeki yang anda terima, maka anda baru sekedar seorang PENGUSAHA bukan ENTREPRENEUR.

Jika anda seorang pegawai, tetapi tidak takut di PHK, punya penghasilan sampingan, mandiri secara finansial, tidak pernah puas dengan apa yang sudah anda kerjakan, selalu ingin memberi yang terbaik, selalu memberi manfaat kepada orang lain dengan apapun yang kita miliki, maka anda bukan saja seorang PEGAWAI tetapi juga seorang ENTREPRENEUR.

Jadi, entrepreneur bukanlah masalah STATUS tetapi MENTALITAS. Jika anda ingin menjadi seorang entrepreneur maka syaratnya adalah anda harus MANDIRI, KREATIF/INOVATIF, dan BERMANFAAT.

MEMULAI BISNIS HANYA BUTUH KEBERANIAN

Orang banyak berkata “Saya tidak bisa berbisnis”, padahal belum ada yang kita lakukan untuk memulainya. “Saya bukan turunan pengusaha”, “Saya tidak berbakat”, “Saya tidak punya uang”, “Saya tidak punya keahlian”, “Saya tidak bisa jualan”. “Saya sudah tua”. Padahal mencoba saja kita belum, tetapi vonis sudah kita jatuhkan. Begitulah kita hingga akhirnya. Sesuai vonis kita. Kita hanya akan berubah, jika vonis kita cabut dan mulai mencoba.

Faktanya banyak pengusaha sukses yang mereka bukan anak pengusaha, tidak punya modal sama sekali, tidak mengenyam pendidikan tinggi, bahkan ada yang memulai bisnis dan sukses di masa pensiun.

Berani Bermimpi
Apakah anda percaya adanya surga? Tentu. Apa jadinya jika anda tidak percaya ada surga? Kita tidak bisa masuk surga tentunya. Begitu pun dengan bisnis. Apakah anda percaya anda bisa kaya? Jika anda percaya, satu kunci sudah anda raih untuk kaya, yakni keyakinan. Apakah mungkin sesuatu yang anda tidak yakini akan anda dapatkan?

Sayangnya masih banyak yang tidak berani bermimpi, padahal mimpi gratis dan tidak ada resikonya. Ingatlah bahwa “Allah tergantung persangkaan hambanya” demikian kalimat dalam sebuah hadits qudsi. Maka bermimpilah dan yakinlah bahwa anda dapat meraih mimpi anda.

Berani Memulai/Mencoba
Seribu kilometer perjalanan, selalu dimulai dari langkah pertama. Menapaki tangga yang tinggi, pastilah dimulai dari anak tangga pertama. Bila anda ingin menjadi pengusaha kaya, mulailah berbisnis sekarang juga, tak peduli berapa besar skala bisnis yang anda mulai, mulai dan mulai saja.

Mengapa orang banyak tidak memulai bisnis?
1. Karena takut rugi
2. Karena tidak tahu cara memulai
3. Karena merasa mapan/cukup
Dengan bergabung dengan komunitas pengusaha atau calon pengusaha paling tidak rasa takut akan berkurang dan insya Allah akan hilang. Kebingungan dalam memulai dengan sendirinya terjawab.

Mengapa kita harus takut, kalau yang kita lakukan adalah ibadah dan jihad dalam ekonomi? Bukankah Allah akan selalu menyertai langkah hambaNya yang berjuang dengan sungguh-sungguh. Bukankah setiap yang melata di muka bumi ini telah Allah jamin makannya. Sehingga meskipun bisnis kita bangkrut kita dan keluarga tidak akan pernah mati kelaparan.

Mengapa kita tidak tahu bagaimana harus memulai? Karena memang kita jarang atau bahkan tidak mencari tahu kepada orang-orang yang lebih pengalaman.

Anda bingung memulainya? Lihat apa yang anda miliki yang bisa anda jual. Keahlian dan hobby anda, ide anda atau barang dagangan yang dimiliki oleh teman kita yang dapat kita jual. Mulai saja, maka anda akan merasakan hasilnya.

Abdurahman bin Auf, seorang sahabat Rasulullah SAW menjadi konglomerat besar di Madinah (tanpa modal uang dan kenalan) dengan menjadi makelar/broker yang mengambil barang di satu tempat dan menjualnya di tempat lain. Begitu pun pengusaha sukses lainnya. Banyak yang memulai dengan menjualkan barang/jasa orang lain. Mengapa anda tidak?

Berani Sukses dan Gagal
Tidak ada yang instan. Tidak ada hasil yang seketika, kecuali adalah semu dan fatamorgana. Biasanya jika sesuatu dengan mudah anda dapatkan, mudah pula kita kehilangan. Jangan hanya lihat pengusaha sukses saat ini saja. Lihatlah betapa mereka telah mengalami kegagalan yang tak terhitung banyaknya.

Sukses = Gagal + 1
Artinya, jika anda telah gagal 3 kali, cobalah sekali lagi. Siapa tahu yang ke-4 anda akan sukses. Begitu seterusnya. Sukses berbanding lurus dengan jumlah kegagalan. Semakin sering kita gagal berarti semakin dekat dengan kesuksesan. Problemnya gagal seperti apa yang mendekatkan kita pada kesuksesan?

Berani Mengevaluasi Diri
Kegagalan adalah guru yang paling baik bagi kita. Perang uhud adalah salah satu perang terbesar yang dianggap gagal dizaman nabi, tetapi perang uhud pulalah yang paling banyak diambil pelajarannya oleh umat Islam. Artinya sekali gagal bukanlah kiamat bagi bisnis kita. Bukan berapa banyak kegagalan yang pernah kita alami, yang penting adalah berapa kali kita bangkit dari kegagalan.

Kegagalan yang dapat memberikan hikmah dan pelajaran bagi kitalah yang membawa kita kearah kesuksesan. Kalaulah kita gagal dalam bisnis dan kembali gagal dengan permasalahan yang sama, penyebab yang sama, kita tidak lebih baik dari keledai. Keledai saja tidak jatuh pada lubang yang sama kedua kali.

Maka keberanian untuk mengevaluasi diri, kejujuran untuk mengakui kelemahan dan kekurangan kita adalah suatu pelumas yang dapat melicinkan jalan kita menuju sukses.

Lakukanlah dua hal. Pertama, evaluasi secara ruhiyah/spiritual. Ketika kita ditipu, ketika kita rugi atau ketika kita gagal dalam bisnis maka periksalah diri kita. Adakah kewajiban dari Allah yang telah kita lalaikan? Adakah dosa/maksiat yang kita perbuat? Adakah kita melalaikan amanah lain/menzhalimi orang lain dimasa lalu atau saat menjalankan bisnis?

Setelah anda melakukan langkah pertama dengan jujur, saya haqqul yaqin, bahwa kemudian kita akan tersenyum menghadapi kegagalan/kerugian tersebut seraya berujar, “Sungguh Engkau maha adil ya Allah, maha pengasih dan maha penyayang. Semoga seluruh kegagalan/kerugian ini membayar lunas semua kesalahanku pada masa lalu, tanpa harus menunggu dibayar di akhirat”. Dan yakinlah, bahwa setelah kesusahan selalu ada kemudahan.

Langkah kedua, evaluasi secara teknis managerial bisnis anda. Periksa apakah produk anda berkualitas? Apakah harganya kompetitif? Bagaimana dengan promosinya?

Pelayananan yang diberikan? Strategiskah lokasi usaha anda? Sudahkah anda kelola keuangan anda dengan baik? Apakah anda memiliki SDM yang amanah dan produktif?

Mintalah orang lain menjawabnya. Karyawan anda. Pelanggan anda. Pesaing anda. Partner anda. Mintalah mereka untuk menyampaikan kritik dan keluhannya. Lupakan segala pujian atas produk dan perusahaan anda. Orang maju lebih banyak karena dikritik. Orang jatuh lebih banyak karena pujian.

PENUTUP

Saya yakin, anda pasti memiliki keinginan untuk menjadi orang kaya. Menjadi tugas kami untuk memuliakan motivasi anda untuk berbisnis dalam rangka memperkaya diri dan kemudian memperkaya orang lain. Atau, bila memungkinkan memperkaya diri sambil memperkaya orang lain (tanpa harus menunggu kaya terlebih dahulu). Saya yakin diantara anda semua memiliki keingginan terebut.

Semua yang saya sampaikan tidak akan pernah bermanfaat untuk anda jika anda tidak segera memulai berbisnis. Yang terjadi hanyalah wawasan dan otak anda saja yang semakin kaya, namun kantong atau dompet anda tidak pernah kaya.

Segera bertindak, mulailah sekarang juga. Jangan tunggu hingga esok.
Semoga kita semua menjadi pengusaha muslim yang sukses dan Allah mempertemukan kita kembali di surga-Nya. Amin.

 






















Get free blog up and running in minutes with Blogs.ie
Theme designed by Hadley Wickham